Jumat, 13 April 2012

Sejarah ERP

I.   SEJARAH

Enterprise Resource Planning (ERP) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Perencanaan Sumber Daya Perusahaan adalah : sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.

Manufacturing
ERP merupakan perkembangan dari Manufacturing Resource Planning yang juga merupakan jasil dari Evolusi Material Resource Planning (MRP).
Sistem ERP biasanya menangani Proses :
  • Manufaktur.
  • Logistik, 
  • Distribusi, 
  • Persediaan (inventory), 
  • Pengapalan, invoice
  • Logistics
  • dan Akuntansi perusahaan.
Shipping













Invoicing








Berdasarkan hal-hal yang ditangani tersebut diatas, maka ERP ini juga akan membantu untuk mengontrol proses proses 
  • penjualan,
  •  pengiriman, 
  • produksi, 
  • manajemen persediaan, 
  • manajemen kualitas, dan 
  • sumber daya manusia. 
Dalam perkembangan ERP tidak terlepas dari perkembangan rekayasa pabrikasi (manufacturing) itu sendiri. Kebutuhan akan informasi dari proses pabrikasi juga semakin banyak yang akan berguna bagi setiap pelaku dari pabrikasi baik pelaksanaan maupun pengambil keputusan. Perkembangan ERP melalui tahapan yang sangat lama dengan mengembangkan dari sistem yang telah lahir sebelumnya.

  1. Tahap I : Material Requirement Planning (MRP), merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan kebutuhan material
  2. Tahap II: Close-Loop MRP, merupakan sederetan fungsi dan tidak hanya terbatas pada MRP, terdiri atas alat bantu penyelesaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau diganti jika diperlukan
  3. Tahap III: Manufakturing Resource Planning (MRP II), merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan penjualan dan operasi, antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan
  4. Tahap IV: Enterprise Resource Planning (ERP), merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah
  5. Tahap V: Extended ERP (ERP II) Merupakan perkembangan dari ERP
Tahun 1970-an merupakan konsep awal dari ERP dengan adanya MRP (Material Requirements Planning), sistem ini meliputi perencanaan dan penjadwalan kebutuhan material perusahaan. Tahun 1980-an MRP berkembang menjadi MRP II (Manufacturing Resource Planning), yang memperkenalkan konsep mengenai penyatuan kebutuhan material (MRP) dan kebutuhan sumber daya untuk proses produksi. Tahun 1990-an perkembangan ERP mulai pesat, awal dari perkembangan ERP dumulai Tahun 1972 dengan dipelopori oleh 5 karyawan IBM di Mannheim Jerman yang menciptakan SAP yang berfungsi untuk menyatukan solusi bisnis. Pada dasarnya ERP adalah penambahan module keuangan pada MRP II, sehingga lebih memudahkan bagi para pengambil keputusan menentukan keputusan-keputusannya.

Dimana sih posisi MRP itu, dalam perusahaan Manufacturing ??, gambar dibawah akan berusaha menjelaskannya.



Berikut ini adalah beberapa keterangan dari Item Item gambar diatas :
  1. Master Production Schedule ( Jadwal Produksi Induk ), adalah : suatu rencana yang menunjukkan jumlah total produk yang akan di produksi sampai dengan akhir waktu tertentu, misalnya sampai dengan satu bulan kedepan. Master Production Schedule biasanya meliputi beberapa kegiatan, yaitu diantaranya :
  • Menyediakan Input utama kepada perencanaan system kebutuhan material (bahan baku ) dan juga kapasitas produksi. (Material and Capacity Requirement Planning).
  • Mengatur rencana produksi dan pembelian.
  • Memberikan landasan untuk penentuan kebutuhan sumber daya dan kapasitas.
  • Memberikan kepastian tentang rencana delivery on time kepada pihak pelanggan.  
Dalam jadual induk produksi diuraikan bahan jadi yang akan diproduksi, yaitu meliputi waktu dan jumlah produksi. Jumlah kebutuhan material berisi  jumlah kebutuhan material material pembentuk bahan jadi, baik bahan mentah maupun bahan yang dibeli jadi. Status persediaan berisi informasi tentang persediaan material, order pembelian dan order pekerjaan


2.  Material Requirement Planning adalah : suatu metode untuk apa, kapan dan berapa jumlah komponen dan Material yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dari suatu perencanaan produksi. Dari input data ke dalam sistem MRP akan didapat beberapa informasi sebagai berikut :

  • Kebutuhan komponen/material pada periode-periode dalam jangka waktu tertentu (Gross Requirement).
  • Komponen/material yang harus disediakan pada awal produksi (Overdue).
  • Status persediaan komponen/material padaakhir suatu periode (Projected On Hand ).
  • Jumlah komponen/material yang harus disediakanpada  awal  suatu periode (Planned Order).


Pada metode MRP terdapat beberapa hal yang mendasar, yaitu:
  • Permintaan material bersifat tergantung (dependent).
  • Filosofi pemesanan sesuai permintaan.
  • Ramalan/perkiraan berdasarkan Master Pro-uction Schedule .
  • Konsep pengawasan meliputi semua item.
  • Lot sizing bersifat beragam.
  • Memenuhi kebutuhan produksi.
  • Tipe persediaan adalah bahan mentah atau setengah jadi.

Sebagai alat perencana dan pengontrol yang merupakan metode efektif dalam manajemen persediaan, MRP memberikan beberapa keuntungan, yaitu :

  • Investasi persediaan dapat ditekan serendah mungkin.
  • Perencanaan dapat dilakukan secara detail dan dapat berubah sesuai keadaan.
  • Penyediaan data untuk masa mendatang dengan basis tiap item.
  • Pengontrolan persediaan dapat dilakukan setiap saat.
  • Jumlah pemesanan berdasarkan kebutuhan.
  • Fokus pada waktu kebutuhan material .
3. Capacity requirements Planning.
    Adalah : Proses untuk menentukan kapasitas produksi yang diperlukan sebuah organisasi untuk memenuhi permintaan yang terus berubah. Istilah "kapasitas" adalah jumlah maksimum pekerjaan yang organisasi tersebut mampu untuk menyelesaikannya dalam kurun waktu tertentu. Perbedaan antara kapasitas organisasi dan permintaan pelanggan akan menghasilkan in efesiensi, baik berupa sumber daya yang menganggur atau pelanggan  yang tidak puas .

Sasaran perencanaan kapasitas adalah meminimalkan perbedaan sumber daya yang menganggur dan juga meminimalkan tingkat ketidak puasan pelanggan.


ERP adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap.Sistem ERP didasarkan pada database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular. ERP merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.

Syarat terpenting dari sistem ERP adalah Integrasi. Integrasi yang dimaksud adalah menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu logical database, sehingga memudahkan semua departemen berbagi informasi dan berkomunikasi.

Database yang ada dapat mengijinkan setiap departemen dalam perusahaan untuk menyimpan dan mengambil informasi secara real-time. Informasi tersebut harus dapat dipercaya, dapat diakses dan mudah disebarluaskan. Rancangan perangkat lunak modular harus berarti bahwa sebuah bisnis dapat memilih modul-modul yang diperlukan, dikombinasikan dan disesuaikan dari vendor yang berbeda, dan dapat menambahkan modul baru untuk meningkatkan unjuk kerja bisnis.

Tujuan sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan.
ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk:
  • Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis
  • Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise.
  • Menghasilkan informasi yang real-time.
  • Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.




Demikian kira kira sejarah singkat tentang ERP dan perkembangannya.


sumber :http://id.wikipedia.org

































Tidak ada komentar:

Posting Komentar